Anak,
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau.
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu.
Sebab mereka ada, pada mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya.
Tapi tidak untuk jiwanya.
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi… sekalipun dalam impian
Kau boleh berusaha menyerupai mereka…
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu.
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah, anak panah yang meluncur
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangkanmu dengan kekuasaanNYA,
Hingga anah panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan suka cinta dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab….
Dia mengasihi anak panah yang melesat, laksana kilat.
Sebagaimana pulu di kasihi-NYA busur yang mantap.

diambil dari bukuĀ kahlil gibran “sayap-sayap patah”